Kamis, 25 Januari 2018

Memperingati Hari Primata Indonesia



HMP Biologi UIN Ar-Raniry melakukan edukasi pengenalan dan pelestarian primata pada hari Selasa, 23 Januari di MIN 5 Banda Aceh. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari 2018 mendatang. Acara ini melibatkan seluruh pelajar kelas 6 yang berjumlah 150 orang dan beberapa guru juga antusias mengikuti acara yang dipandu oleh para mahasiswa tersebut. 

Tidak hanya sebatas edukasi, para mahasiswa yang terlibat dalam panitia juga membuat game tentang primata dan membagikan topeng wajah primata seperti orang utan kepada seluruh pelajar. Program edukasi terlaksana berkat kerjasama dengan ProFauna.

"Acara edukasi ini dilakukan bertujuan untuk mengenalkan hewan Primata kepada para pelajar yang menjadi generasi muda agar kelak Primata terus dilindungi. Sebagai mana yang kita tau karena perdagangan primata menjadi ancaman paling serius terhadap kelestarian primata Indonesia, setelah kerusakan habitat. Lebih dari 95% primata yang diperdagangkan di Indonesia itu adalah hasil tangkapan dari alam. Proses penangkapan, pengangkutan dan perdagangan primata itu seringkali juga kejam. Ada banyak primata yang mati dalam proses perdagangan primata tersebut " kata Muhammad Risqan, Ketua HMP Biologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 23 Januari 2018.

Berikut beberapa foto kegiatan edukasi:









Sabtu, 06 Januari 2018

Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua HMP Baru

Bagi mahasiswa Prodi Biologi leting 2015 dan 2016  yang ingin mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua HMP periode 2018 - 2019, silahkan isi formulir dengan membuka link tautan di bawah ini. Pendaftarannya dari tanggal 8 Januri - 11 Januari 2018.

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeHv81ijEfmXXJNRP7JDAd9qc_K6igmR6_2ZPmlJeHd02Qreg/viewform?c=0&w=1&usp=mail_form_link

Jumat, 05 Januari 2018

Seminar Bioentrepreneurship


Pada hari Jum'at tanggal 05 Januari 2018, Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengadakan Seminar Bioentrepreneurship yang bertemakan " Bioentrepreneurship: Upaya Peningkatan Kompetensi Lulusan yang Profesional, Kreatif, Inovatif, dan Berwawasan Kewirausahaan"  di Aula Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry.

Narasumber yang diundang pada seminar ini yaitu:
1.      Dr. Rahman Jaya (Peneliti BPTP Aceh dan Koordinator TTP Kota Janthoe) 
2.   Abdul Satar (Petani Jamur Tiram) 
3.   Diannita Harahap, M. Si.  (Prodi Biologi)

Dalam seminar Bioentrepreneurship, Dr. Rahman Jaya mengenalkan potensi berkewirausahaan dalam bidang benih padi. Selaku petani jamur, Abdul Satar membahas bagaimana cara mengembangkan usaha jamur tiram dimulai dari tahap membuat baglog sebagai media pertumbuhan jamur, membuat benih jamur, dan rintangan yang dihadapi selama bertani jamur. Dari bidang akademisi, Diannita Harahap mengenalkan potensi lokal di Aceh dan jenis-jenis wirausaha di bidang Biologi yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa Biologi.


1. Narasumber dan moderator


2.  Saat acara seminar berlangsung 
3.  Ketua dan sekretaris Prodi foto bersama dengan narasumber

4. Mahasiswa dan dosen Biologi yang tertarik dengan jamur tiram


  





Rabu, 03 Januari 2018

Field Trip ke PDAM Tirta Daroy WTP Lambaro

Pada tangal 2 Januari 2018, mahasiswa/i Prodi Biologi Fakultas Sainstek UIN AR-Raniry melakukan kunjungan belajar (Field Trip) mata kuliah Mikrobiologi Lingkungan. Di lokasi, mahasiswa/i mendapatkan penjelasan dari petugas PDAM mengenai proses penyaringan air dari awal hingga siap disuplai ke masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Berikut kegiatan mahasiswa/i selama Field Trip:



 

Senin, 23 Oktober 2017

Prodi Biologi Akan Adakan Seminar Nasional Biologi 2017

Prodi Biologi Fakultas Sains dan Tekonologi UIN Ar-Raniry akan menggelar Seminar Nasional Biologi 2017 bertema "Impementasi Potensi Kawasan Ekosistem Leuser Tri Dharma Perguruan Tinngi". Seminar tersebut diadakan pada tanggal 25 Oktober 2017 di Aula Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry.



Seminar Nasional Biologi 2017 akan menampilkan lima keynote speaker, yaitu Dr.Sri Suci Utami Atmoko (Ahli Orangutan dari Universitas Nasional), Ir. Misran, MM. (BBTNGL Medan), Dedek Hadi I, S.Hut. T, M.Si. (Dinas LHK Aceh), Muhammad Isa, S.Si. (Forum Konservasi Leuser) dan Muslich Hidayat, M.Si. (Fakultas Sains dan Teknologi).

Rabu, 18 Oktober 2017

Species Hiu yang Mendiami Fiji

Republik Kepulauan Fiji adalah sebuah negara kepulauan di selatan Samudra Pasifik, di sebelah timur Vanuatu, sebelah barat Tonga, dan sebelah selatan dari Tuvalu. Di kepulauan ini, ribuan hiu tinggal. Namun, sayang karena marak penangkapan hiu ilegal, populasi ikan buas ini berkurang. Seperti dilansir TripAdvisor, saat ini, hanya tersisa beberapa ratus ekor hiu yang mendiami laut di Pulau Fiji. Beberepa jenis hiu yang mendiami Pulau Fiji yaitu:

1. Tawny Nurse Shark
Hiu tawny nurse bersifat jinak dan suka bermain dengan penyelam. Saat beristirahat, mereka sangat lamban. Memiliki ukuran tubuh maksimum 3,14 – 3,20 m.


2. Bull shark ( Hiu Banteng)
Hiu banteng adalah paling berbahaya ketiga. Mereka sangat agresif. Nama hiu ini berasal dari perilaku meraka yang tidak terduga. Mereka bisa hidup di air laut dan air tawar. Memiliki panjang tubuh 3.5 m dan berat 130kg.


 3. Silvertip Shark ( Hiu Sonteng )
Hiu sonteng adalah predator agresif dan kuat. Memiliki panjang tubuh 3 m dan berat mencapai 162 kg


 4. Blacktip Reef Shark (Hiu Karang Sirip Hitam)
Hiu karang sirip hitam (Carcharhinus Melanopterus) adalah spesies hiu dalam keluarga Carcharhinidae, mudah diidentifikasi karena warna hitam menonjol pada setiap bagian siripnya.


5. Whitetip Reef Shark
Hiu karang sirip putih biasanya berukuran sedang dengan panjang rata-rata sekitar 1,6 m. Pada setiap bagian ujung sirip terdapat warna putih yang menjadi ciri paling khas dari hiu jenis ini.


6. Grey Reef Shark (Hiu Lonjor)
Orang Indonesia mengenalnya dengan sebutan hiu lonjor, Merak bulu (Lombok), hiu lanjaman, atau cucut lanjaman (Jawa). IUCN telah memasukkannya dalam daftar kuning yang berarti hampir terancam punah. Memiliki ukuran tubuh maksimum 2,3 – 2,5 m.


 7. Sicklefin Lemon Shark
Hiu ini  bersifat pemalu terhadap penyelam dan enggan mendekati mereka. Namun, apabila terancam hiu ini sangat agresif. Karena ukurannya yang besar, tubuh besar, rahang kuat, dan kecenderungan yang keras mempertahankan diri, hiu sicklefin lemon harus diperlakukan dengan hormat sebagai spesies berbahaya.


 8. Tiger Shark
Hiu harimau lebih aktif di malam hari (nokturnal). Ketika menyerang atau melarikan diri, hiu harimau menjadi sangat aktif, dan mampu berenang dengan kecepatan tinggi. Hiu harimau adalah salah satu hiu paling berbahaya, dengan lebih dikonfirmasi serangan pada penyelam dan perenang (termasuk beberapa serangan) dan serangan terhadap kapal-kapal.
 Source: http://fijisharkdive.com/  

Minggu, 08 Oktober 2017

MITOSIS (Silaturahmi Tahunan Biologi Sains) 2



Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Biologi Fakultas Sains dan Teknologi sukses mengadakan acara silaturahmi tahunan dengan mahasiswa baru  pada tanggal 1 Oktober 2017 bertempat di kawasan pantai cemara Gampong Lamteungoh Kecamatan Peukan Bada Kab. Aceh Besar. Acara MITOSIS ke 2 ini dimulai dengan acara formal, stand up comedy, game, foto bersama , dan diakhiri dengan pelemparan tepung. Dalam kegiatan ini juga HMP Biologi beserta panitia memilih komting (komisaris leting), komnit (komisaris unit) dan King and Queen bagi leting 2017.

1. Pemilihan Komting dan Komnit

2. Pembagian hadiah kepada pemenang lomba Instagram


 3. Foto bersama panitia